Ya, dia adalah Sapardi Djoko Damono. Sapardi Djoko Damono terkenal sebagai penyair. Selain itu, ia juga dikenal sebagai dosen, pengamat sastra, kritikus sastra, dan pakar sastra. Beliau terkenal dengan sajak-sajaknya yang berjudul "Aku Ingin", "Yang Fana Adalah Waktu", dan "Hujan Bulan Juni". Nih, gue kasih salah satu sajaknya. Langkah yang digunakan penulis dalam teknik analisis ini adalah (1) mengklasifikasi data dari puisi Yang Fana adalah Waktu, (2) melakukan identifikasi terhadap data-data yang diperoleh dari puisi Yang Fana adalah Waktu, (3) pemberian makna pada puisi yang dibaca, (4) mendeskripsikan data penelitian berdasarkan apa yang diperoleh dari puisi. Sapardi Djoko Damono adalah seorang sastrawan Indonesia yang dikenal dengan puisi-puisi ternama, antara lain Yang Fana Adalah Waktu, yang lalu diolah menjadi buku terakhir dari suatu novel trilogi yang didahului oleh dua novel dengan judul yang sama dengan puisinya, Hujan Bulan Juni dan Pingkan Melipat Jarak. Puisi Yang Fana adalah Waktu menyiratkan beberapa pesan. Sapardi mecoba mengingatkan sesama, betapa pentingnya waktu yang dimiliki di dunia. Tuhan memberikan kesempatan manusia untuk terus hidup dan menikmati setiap ciptaan-Nya, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. Baca juga: Puisi Rakyat: Jenis, Struktur dan Unsur kebahasaan .

makna puisi yang fana adalah waktu